REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Adanya sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan tentara Rusia dan bertugas di garis depan peperangan dengan Ukraina tak ada kaitannya dengan sikap politik pemerintahan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemenlu) Yvonne Mewengkang menegaskan Indonesia tetap pada sikap politik luar negeri yang netral dalam konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina.
“Apabila keterlibatan WNI dalam angkatan bersenjata negara asing dimaksud terverifikasi, hal tersebut merupakan tindakan individual. Dan tidak merepresentasikan kebijakan politik luar negeri maupun posisi pemerintah