Jakarta (ANTARA) - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai setoran sebagian keuntungan Danantara senilai Rp120 triliun bisa menekan kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kalau Rp120 triliun tersebut benar-benar masuk dan tidak diikuti tambahan belanja dengan nilai yang sama, kebutuhan pembiayaan bisa turun cukup signifikan," kata Yusuf saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan peralihan dana itu bisa membuat pemerintah memiliki ruang untuk mengurangi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) atau tekanan pasokan