Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melihat adanya perubahan dinamika dalam distribusi alternatif produk asuransi jiwa, dengan kanal employee benefit mulai menguat di tengah tekanan pada penjualan langsung atau direct marketing.
Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan premi bisnis baru melalui kanal employee benefit consultant tumbuh 11,4 persen menjadi sekitar Rp5,96 triliun pada semester I 2026.
“Employee benefit consultant, tenaga pemasar yang menjual dan memasarkan produk employee benefit, mencatat pertumbuhan 11,4 persen menjadi sekitar Rp5,96 triliun,” kata