Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura menghadapi ancaman "kiamat" demografi setelah tingkat kelahiran terus merosot. Krisis tersebut akhirnya membuat pemerintah menggelontorkan insentif besar dan memperluas dukungan keluarga untuk mendorong warganya memiliki lebih banyak anak.
Negara kota itu meluncurkan serangkaian kebijakan baru, termasuk bantuan lebih dari SG$60.000 atau sekitar Rp835,7 juta (kurs Rp13.929/SG$) untuk setiap anak warga negara sejak lahir hingga usia 17 tahun. Paket tersebut menjadi salah satu upaya terbesar Singapura untuk mengatasi hambatan finansial dan sosial dalam memiliki serta membesarkan