Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap dianggap hanya mengganggu jarak pandang dan membuat udara terasa pengap. Padahal, kandungan di dalamnya dapat masuk ke saluran pernapasan hingga mencapai bagian dalam paru-paru.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama ketika paparan berlangsung berulang dan kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat. Dosen Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Zata Dini, Sp.P, memberikan edukasi mengenai dampak paparan asap karhutla sekaligus cara mengurangi risikonya.
Dosen Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Zata Dini, Sp.P