REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Masa depan hubungan Amerika Serikat dan Israel menghadapi tantangan baru seiring perubahan sikap masyarakat Amerika terhadap Israel.
Meski pengaruh kelompok pro-Israel masih kuat di Kongres, pemilu, dan institusi pengambil kebijakan, dukungan publik yang selama puluhan tahun menjadi fondasi politik hubungan kedua negara mulai menunjukkan tanda-tanda melemah.
Direktur Eksekutif Middle East Council on Global Affairs di Doha, Khalid Al-Jaber, menilai perubahan tersebut dapat menjadi faktor penting dalam menentukan arah hubungan Amerika Serikat-Israel ke depan.
Menurut Al-Jaber, persoalan yang dihadapi kelompok