Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 19,561 juta kiloliter (KL) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Usulan target termasuk kuota untuk Solar Subsidi sebesar 19 juta KL dan minyak tanah sebesar 0,56 juta KL.
Jika dibandingkan dengan kuota tahun 2026, usulan kuota BBM subsidi meningkat yang mana kuota Solar Subsidi sebesar 18,64 juta KL dan minyak tanah 0,53 juta KL pada tahun 2026.