Bandarlampung (ANTARA) - Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan pendekatan berbasis lingkungan harus diterapkan dan dikembangkan guna mencegah konflik manusia dan gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur.
"Mitigasi konflik tidak berhenti pada pembangunan pembatas fisik. Pendekatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat turut dikembangkan," katanya di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan hal itu dapat dilakukan dengan melatih masyarakat melakukan budidaya tanaman dan hewan yang tidak disukai gajah, seperti serai dan lebah.
"Serai dan lebah ini tidak