Jakarta, Beritasatu.com - GoTo mulai menunjukkan perubahan arah bisnis setelah kontribusi profitabilitas bisnis financial technology (fintech) untuk pertama kalinya melampaui on-demand services (ODS), yang mencakup mobilitas dan pengantaran melalui Gojek.
Perubahan tersebut terjadi ketika pemerintah menerapkan skema bagi hasil baru untuk ojek online (ojol). Mulai 1 Juli 2026, mitra pengemudi roda dua memperoleh 92% dari tarif perjalanan, sedangkan potongan untuk aplikator ditetapkan sebesar 8%, turun dari sebelumnya sekitar 20%.
Kondisi itu membuat struktur bisnis dan prospek saham PT GoTo Gojek