Liputan6.com, Jakarta - Kuota penyaluran LPG 3 kilogram (kg) tahun ini diproyeksikan jebol hingga 677 ribu ton. Kondisi ini memicu tambahan beban subsidi negara yang diperkirakan mencapai Rp 7,65 triliun.
Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, menilai estimasi Kementerian ESDM dan Pertamina bahwa penyaluran LPG 3 kg mencapai 8,677 juta ton—atau 108,46% dari kuota APBN 2026 sebesar 8 juta ton—merupakan hal yang realistis. Pasalnya, hingga akhir Juli 2026, realisasinya sudah menyentuh 5,05 juta ton (63,1% dari kuota).
"Proyeksi