Ambon (ANTARA) - Matahari baru saja naik di ufuk Kota Ambon. Angin laut yang membawa aroma khas pesisir menyapu lapak-lapak pedagang yang mulai memajang barang dagangannya.
Di tengah deretan uang kertas lusuh dan riuh gemerincing koin yang selama ini menjadi napas utama perdagangan warga, ada pemandangan berbeda yang terselip di sudut meja kayu kasir, yaitu selembar cetakan kode persegi berwarna hitam dan putih.
Seorang pembeli melangkah mendekat, memesan sarapan, lalu merogoh saku celananya. Bukan dompet tebal berisi lembaran rupiah yang