TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemarau mulai memberikan tekanan terhadap operasional industri kokas nasional.
Kokas (coke), yaitu bahan bakar padat berkarbon tinggi yang dihasilkan dari proses pemanasan batubara tertentu tanpa oksigen. Kokas banyak digunakan dalam industri peleburan dan pembuatan besi/baja, terutama sebagai bahan bakar dan reduktor dalam tanur tinggi (blast furnace).
Asosiasi Pelaku Usaha Kokas Nusantara (APUKN) mencatat dampak mulai dirasakan dari keterbatasan pasokan air di kawasan industri Morowali, hingga menurunnya muka air Sungai Barito yang menjadi salah satu jalur penting pengangkutan