DI BANYAK negara, termasuk Indonesia, demonstrasi masih menjadi instrumen menarik, kalau tidak bisa dikatakan utama, bagi masyarakat/sekelompok masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Melalui mekanisme tersebut, mereka berharap agar perhatian dan penyelesaian atas persoalan yang sedang terjadi bisa mereka peroleh selekas-lekasnya.
Tapi mengapa demonstrasi? Bukankah Republik ini telah menawarkan jalan prosedural dalam hal penyampaian pendapat?
Yaitu model yang menganut hierarki laporan persoalan masyarakat kepada wakil rakyat terlebih dulu, kemudian para wakil rakyat tersebut memproduksi Daftar Inventaris Masalah (DIM) untuk diselesaikan di lembaga