Yogyakarta (ANTARA) - Deretan komputer menyala di sebuah studio. Setiap layar menampilkan objek tiga dimensi yang bergerak perlahan. Sebagian masih berupa bentuk dasar, sementara yang lain telah menyerupai karakter yang hidup di dalam sebuah cerita.
Di ruangan itu, para pekerja kreatif Dipadira Studio di Sleman, Yogyakarta, menatap layar masing-masing. Mereka menyusun gerak, ekspresi, cahaya, hingga detail-detail kecil yang kelak membentuk serial animasi tiga dimensi berjudul "Kwartet".
Pekerjaan itu tampak seperti aktivitas biasa di depan komputer. Namun, di balik gambar-gambar digital