JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkap adanya informasi dari otoritas intelijen Indonesia mengenai perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara Rusia diawali iming-iming menggiurkan.
“Yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi, yang diiming-imingi oleh gaji yang besar,” kata Dasco saat konferensi pers di Gedung DPR RI, Selasa (1/9/2026).
Dasco mengatakan, perekrutan tersebut dilakukan melalui negara pihak ketiga dengan modus menawarkan pekerjaan yang tidak berkaitan dengan aktivitas militer.
“Jadi