Jakarta (ANTARA) - Perekayasa dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Mektan Agung Prabowo mengatakan model mekanisasi melalui dua pendekatan yakni In situ dan Ex situ dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan residu atau limbah pertanian yang dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi.
“Jadi harus kita integrasikan antara produktivitas, efisiensi, konservasi sumber daya, pengurangan emisi, dan ekonomi sirkular,” kata Agung dalam acara National Multistakeholder Dialogue bertajuk “Scaling Up Crop Residue Management through Mechanization and Custom Hiring in Indonesia” di Jakarta, Selasa.