Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali mengungkapkan debitur di Pulau Dewata dominan bergerak di sektor usaha produktif, yang menghasilkan barang dan jasa, dibandingkan kredit konsumtif hingga semester I 2026.
"Penyaluran kredit dari lembaga jasa keuangan itu paling banyak untuk investasi dan modal kerja," kata Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman di Denpasar, Bali, Selasa.
Ia menjelaskan dukungan lembaga jasa keuangan di Bali per Juni 2026 menunjukkan ada tiga sektor lapangan usaha yang paling besar menyerap kredit yaitu perdagangan, akomodasi dan makan minum