Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali surplus pada Juli 2026 sebesar US$ 0,12 miliar atau US$ 120 juta.
Surplus tersebut berbalik dari defisit yang terjadi dalam dua bulan sebelumnya. Pada Mei 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit US$ 1,61 miliar, kemudian kembali defisit US$ 450 juta pada Juni 2026.
Dengan demikian, neraca perdagangan kembali mencatat surplus setelah mengalami defisit selama dua bulan berturut-turut. Namun, nilai surplus yang relatif tipis menunjukkan kondisi neraca perdagangan masih