Jakarta (ANTARA) - Pelaku industri makanan dan minuman meminta pemerintah memperhitungkan investasi perusahaan dalam membangun ekosistem daur ulang sebagai bagian dari penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) berbasis kinerja melalui skema eco-modulation.
Public Affairs Sustainability Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan penerapan EPR tidak semestinya hanya menjadi mekanisme pembiayaan pengelolaan sampah, tetapi juga instrumen untuk mendorong inovasi kemasan, meningkatkan sirkularitas material, serta memperkuat investasi pada infrastruktur daur ulang.
“Kami meyakini bahwa EPR tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pembiayaan pengelolaan sampah, tetapi