Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengemukakan inflasi tahunan Jakarta pada Agustus 2026 sebesar 2,71 persen, yang didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
"Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,57 persen yang memberikan andil inflasi sebesar 0,69 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Selasa.
Komoditas dengan andil inflasi besar pada kelompok tersebut yaitu daging ayam ras dengan andil sebesar 0,24 persen,