JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat kini diduga mulai "makan utang" atau menggunakan utang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Hal ini diduga terjadi karena semakin tergerusnya bantalan finansial masyarakat yang semula berwujud tabungan.
Setelah fenomena makan tabungan (mantab), masyarakat yang terhimpit kondisi ekonomi mulai berutang untuk kehidupan hariannya.
Fenomena ini jelas menjadi alarm bagi pemerintah untuk dapat membuka lapangan pekerjaan berkualitas dan membuka sektor-sektor usaha baru demi menjaga ekonomi masyarakat.
Kondisi "makan utang" kurang lebih dapat dilihat dari porsi tabungan terhadap pendapatan masyarakat