TRIBUNNEWS.COM - Fungsi Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya dipertanyakan menyusul munculnya kelompok massa dalam jumlah besar yang diduga dimobilisasi dan kemudian terlibat dalam kericuhan setelah demonstrasi di Jakarta.
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai kemunculan kelompok yang dapat bergerak secara terorganisir hingga menyerang warga pada malam hari semestinya menjadi bagian dari pemetaan intelijen kepolisian.
Ia mempertanyakan bagaimana kelompok dalam jumlah besar dapat muncul di tengah situasi demonstrasi tanpa terdeteksi dan dicegah