TRIBUNNEWS.COM - Ketua Indonesia Risk Centre Julius Ibrani menyinggung soal perlunya pengusutan secara investigatif dengan melibatkan intelijen terkait kasus tewasnya penjual cermin Bambang Setiawan (60) saat kericuhan usai aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026) lalu.
Julius menilai kasus ini tidak akan mengalami perkembangan berarti apabila kepolisian hanya menggunakan pendekatan penyelidikan biasa.
Pasalnya, menurut Julius, kasus tewasnya Bambang bisa terjadi diduga karena adanya massa yang sengaja dikerahkan oleh pihak tertentu untuk membuat kericuhan pasca aksi demonstrasi.
Sekedar