Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap praktik curang dalam penjualan beras fortifikasi. Produk yang diklaim mengandung gizi tertentu ternyata tidak sesuai kenyataan.
Amran mengatakan beras fortifikasi dibuat dengan mencampurkan beras analog yang telah mengandung vitamin ke dalam beras biasa.
Namun, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pemerintah di empat laboratorium, sekitar 90% sampel beras fortifikasi tidak sesuai dengan klaim.