Liputan6.com, Jakarta - PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menyoroti risiko soft market yang dapat menekan harga reasuransi dan melonggarkan persyaratan bisnis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan industri ketika siklus pasar berbalik ke fase hard market.
Direktur Operasional Tugure, Erwin Basri, mengatakan bahwa kondisi pasar retrosesi saat ini masih relatif stabil. Namun, pelaku industri perlu mewaspadai risiko catastrophe (CAT)—terutama bencana gempa bumi—serta tren pelemahan harga (softening market).
"Di tengah risiko gempa dan kondisi softening market, tentunya kita perlu bersama-sama mencermati perkembangan