Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai pengembangan infrastruktur kendaraan listrik roda dua tidak cukup hanya dengan memperbanyak stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU).
Kebutuhan infrastruktur dinilai harus mengikuti pola mobilitas dan karakteristik pengguna. Perbedaan kebutuhan antara pengemudi ojek online (ojol), pekerja kantoran, hingga pengguna di sektor pariwisata membuat lokasi dan jenis fasilitas yang dibutuhkan tidak bisa disamaratakan.
PR & Event Executive Aismoli Riniwaty Sinaga mengatakan kecukupan infrastruktur perlu dilihat secara lebih menyeluruh, bukan hanya