REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ibrahim bin Adham pernah memiliki segala kemewahan yang diimpikan manusia, ia memiliki tahta, kekuasaan, dan istana megah. Namun, sebuah pertanyaan tajam tentang bagaimana mungkin seseorang mencari Allah dengan berpakaian sutra dan tidur di ranjang emas dalam kemewahan istana mengguncang hatinya. Pertanyaan itu menjadi awal perjalanan spiritual sang raja hingga ia meninggalkan kemewahan dunia dan memilih jalan sufi.
Dikisahkan Fariduddin Attar pada abad ke-13 dalam kitab Tadzkiratul Auliya, Ibrahim bin Adham adalah raja Balkh dengan wilayah kekuasaan yang sangat