Taliban merayu Amerika Serikat (AS) untuk investasi di sektor pertambangan hingga pertanian di Afghanistan. Menteri Luar Negeri (Menlu) Taliban Amir Khan Muttaqi telah mengundang perusahaan-perusahaan AS.
Dilansir Al Arabiya, Selasa (1/9/2026), upaya ini disebut-sebut ada potensi kesepakatan mineral, yang nilainya mencapai US$ 1 triliun atau setara Rp 17.732 triliun. Hal itu dilaporkan oleh media terkemuka Financial Times dalam publikasi wawancara terbarunya dengan Muttaqi pada Senin (31/8) waktu setempat.
Muttaqi, dalam wawancara itu, mengusulkan agar hubungan antara AS dan Afghanistan "tidak