JAKARTA, KOMPAS.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji sekaligus eks Menteri Agama ad interim, Muhadjir Effendy mengungkap alasan Kementerian Agama tidak mengambil tambahan kuota haji sebanyak 10.000 jemaah pada 2022.
Menurut Muhadjir, keputusan tersebut tidak semata-mata disebabkan waktu yang tersedia sangat terbatas.
Ada persoalan pembiayaan serta kesiapan tata kelola dan fasilitas jemaah di Arab Saudi yang turut menjadi pertimbangan.
"Pertama masalah pembiayaan. Karena itu kalau untuk menambah itu harus ada dana tambahan yang itu untuk untuk prosesnya harus melalui rapat