Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia turun lebih dari 2% pada perdagangan Selasa, 1 September 2026 (Rabu pagi Jakarta) ke level terendah dalam dua minggu. Koreksi harga emas dunia terjadi karena tekanan dari imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi dan penguatan dolar AS. Sementara itu, posisi harga emas yang menembus ke bawah rata-rata pergerakan 200 hari atau moving average (MA) 200 harian memicu aksi jual.
Mengutip CNBC, Rabu (2/9/2026), harga emas spot turun 2,7% menjadi US$ 4.329,47 per ons,