Liputan6.com, Jakarta - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI membangun integrasi data ekspor hingga tingkat transaksi untuk memperkuat visibilitas perdagangan dan mengoptimalkan nilai ekonomi komoditas strategis Indonesia.
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin menilai integrasi data tersebut relevan ketika kinerja perdagangan Indonesia menghadapi tekanan dan ketidakpastian global meningkat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$ 1,61 miliar pada Mei 2026 dan kembali defisit US$ 450 juta pada Juni 2026. Defisit Mei sekaligus mengakhiri tren