Jakarta (ANTARA) - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendorong perubahan paradigma kebijakan pemerintah, dari pendekatan yang semata-mata berbasis program menuju pendekatan berbasis hak (rights-based approach) untuk memenuhi dan melindungi hak-hak nelayan skala kecil.
Ketua Umum KNTI Dani Setiawan mengatakan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan yang memiliki peran penting dalam produksi perikanan nasional, namun besarnya kontribusi nelayan terhadap ketahanan pangan masih berbanding terbalik dengan tingkat kesejahteraan mereka.
“Merujuk data Bank Dunia sekitar 64,2 persen dari 288 juta jiwa penduduk Indonesia masih