Indonesia dinilai masih memiliki peluang untuk mengoptimalkan nilai ekspor hingga sekitar US$ 5 miliar per tahun. Potensi tersebut teridentifikasi dari analisis terhadap ribuan transaksi ekspor yang mencakup berbagai komoditas, pelabuhan, hingga negara tujuan.
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin mengatakan visibilitas perdagangan semakin penting di tengah tekanan terhadap kinerja ekspor dan meningkatnya ketidakpastian global.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$ 1,61 miliar pada Mei 2026. Kondisi tersebut mengakhiri tren surplus perdagangan yang berlangsung