REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Besarnya angkatan kerja Indonesia belum otomatis menjadi keuntungan bagi pembangunan. Di tengah bonus demografi dan perubahan dunia kerja akibat kecerdasan artifisial (AI), pemerintah daerah dinilai perlu mengambil peran lebih besar dalam memastikan masyarakat memiliki keterampilan, karakter, dan akses terhadap pekerjaan berkualitas.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, investasi, maupun kemajuan teknologi. Kualitas manusia yang mampu mengarahkan dan memanfaatkan seluruh instrumen tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan.
“Masa