Jakarta, Beritasatu.com — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap temuan sekitar 650 siswa berusia 11 hingga 18 tahun yang diduga terpapar paham kekerasan dan ekstremisme.
Data tersebut berasal dari Densus 88 Antiteror Polri, dengan para siswa yang teridentifikasi tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
BNPT menyebut sebagian siswa yang terpapar diketahui tergabung dalam grup true crime community, yakni komunitas yang membahas berbagai kasus kejahatan nyata dan beranggotakan pengguna dari berbagai negara.
Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono mengatakan, penanganan