Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidnag Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan demokrasi harus menjadi cara hidup bermasyarakat sehingga tidak berhenti pada mekanisme pemilihan dan penghitungan suara.
Pasalnya, kata dia, di dalam demokrasi, kekuasaan selalu terbuka untuk dikritik dan dibatasi.
"Hal ini sebagaimana pemikiran Mohammad Natsir," kata Yusril dalam acara BJ Habibie Memorial Lecture Ke-5, di Jakarta, Rabu.
Dengan demikian, ia menyebut demokrasi berdiri di atas lima pilar, yaitu legitimasi, keadilan, etika publik, pembatasan kekuasaan, serta pertanggungjawaban.