Oleh: Aguk Irawan, kader NU dan Pengasuh Baitul Kilmah Yogyakarta
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Seratus tahun lalu, ketika Syaikhona Kholil dari Bangkalan mengutus KH As'ad Syamsul Arifin menyerahkan sebuah tongkat kayu dan untaian tasbih kepada KH Hasyim Asy'ari di Tebuireng, sebuah gerakan moral dilahirkan.
Ayat Alquran dititipkan: "Wama tilka biyaminika ya Musa..."—apakah yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa? Tongkat itu bukan sekadar kayu; ia adalah isyarat pembuka gerbang takdir, lambang penegakan keadilan, dan kompas moral bagi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Namun