Jakarta, Beritasatu.com - Badan Intelijen Negara (BIN) mendalami dugaan delapan warga negara Indonesia (WNI) bergabung dengan tentara Rusia sengaja jadi target.
Kepala BIN Herindra mengaku masih menelusuri dugaan kemungkinan tersebut, termasuk dugaan penargetan delapan WNI berbasis daerah.
"Nanti kita dalami lebih lanjut ya," katanya kepada wartawan di Kompleks DPR/MPR pada Rabu (2/9/2026).
Herindra enggan berkomentar banyak saat ditanya kemungkinan adanya WNI lain yang ikut bergabung dengan tentara Rusia. Dia hanya mengungkapkan BIN memberi atensi khusus terkait delapan WNI bergabung dengan