Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut Amerika Serikat sebagai "Setan" setelah serangan terhadap pesta pernikahan di selatan negara itu.
Menurut pejabat-pejabat Iran, setidaknya empat orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan di Kuhestak, Iran selatan tersebut.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/9/2026), Ghalibaf mengatakan serangan itu menyebabkan "anak-anak tewas bersama keluarga mereka". Dia pun menyoroti beberapa insiden mematikan di Iran selama tahap awal perang Timur Tengah, termasuk serangan terhadap sebuah sekolah di Minab.