Badan Intelijen Negara (BIN) buka suara soal delapan warga negara Indonesia (WNI) yang disebut menjadi tentara bayaran Rusia.
Kepala BIN Muhammad Herindra mengatakan pihaknya masih mendalami informasi itu.
"Entar kita dalemin lebih lanjut ya," kata Herindra di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (2/9).
Herindra juga mengatakan BIN memberi atensi terhadap informasi dari Ukraina itu.
Badan Intelijen Asing Ukraina sebelumnya mengeluarkan laporan pada 27 Agustus, yang salah satunya berisi delapan diduga WNI jadi tentara bayaran Rusia.
Juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan