Bagaimana mungkin umat memiliki begitu banyak aset wakaf, tetapi masih terlalu banyak kebutuhan umat yang terasa langka? Kita membutuhkan sekolah yang terjangkau, layanan kesehatan yang manusiawi, hunian yang layak, modal bagi usaha kecil, akses ilmu, air bersih, hingga ruang produktif bagi generasi muda.
Pada saat yang sama, kita juga memiliki tanah, bangunan, dana, jaringan sosial, serta semangat berwakaf yang tidak kecil. Pertanyaan yang jarang diajukan adalah, jangan-jangan masalah kita bukan semata kekurangan aset, melainkan belum mampu mengubah aset menjadi manfaat