KOMPAS.com – Menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus kartu keluarga (KK) atau akta kelahiran kini tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan bagi warga di Kawasan Transmigrasi Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan inovasi digital yang memungkinkan masyarakat memulai pengajuan dokumen kependudukan cukup melalui telepon seluler.
Inovasi TEP ITS di Ransiki menjadi gambaran tentang transformasi transmigrasi yang mampu menghadirkan peran baru perguruan tinggi di kawasan transmigrasi.
Kehadiran para akademisi tidak berhenti pada penelitian,