REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung deteksi dini kelainan gastrointestinal terus dilakukan Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis. Melalui penelitian GIVisNet, tim peneliti menguji lima model AI untuk mengolah dan mengidentifikasi citra gastrointestinal. Hasilnya, EfficientNet-B0 mencatat akurasi tertinggi sebesar 94,04 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil penting dalam penelitian yang memperoleh dukungan hibah penelitian tahun anggaran 2026 Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Penelitian diketuai Taopik