Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,84 persen pada Semester I 2026 patut diapresiasi. Angka tersebut bahkan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen.
Pemerintah juga menyampaikan sejumlah indikator positif, seperti penurunan kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka (TPT), serta peningkatan PDRB per kapita.
Namun, dalam membaca keberhasilan pembangunan, kita tidak boleh berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi.
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: apakah pertumbuhan tersebut telah dikonversi menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara proporsional?
Inilah salah satu pertanyaan mendasar