Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pembangunan Indonesia memerlukan perpaduan seimbang antara "etika peradaban" yang digagas Mohammad Natsir dan "kedaulatan kemampuan" yang dicita-citakan Bacharuddin Jusuf Habibie.
Dalam acara BJ Habibie Memorial Lecture Ke-5, di Jakarta, Rabu, ia mengatakan pemikiran Mohammad Natsir sebagai Perdana Menteri Ke-5 Indonesia mengenai demokrasi teistik menekankan pentingnya orientasi moral dan etika dalam mengelola kekuasaan politik.
Yusril juga mengutip Mosi Integral Natsir pada 3 April 1950 sebagai teladan