ADA ironi yang sedang tumbuh di Asia Timur. Anak-anak muda Korea Selatan, negara yang selama beberapa dekade dikenal sebagai salah satu kisah sukses ekonomi dunia, melirik Jepang untuk mendapatkan pekerjaan.
Mereka tentu tidak pergi semata-mata untuk menikmati Tokyo, Osaka, atau musim sakura. Sebagian pergi karena mencari sesuatu yang semakin sulit mereka temukan di negeri sendiri, yaitu pekerjaan pertama yang layak dan jalur karier menjanjikan.
Fenomena ini bukan sekadar cerita individual. Pada 2025, sebanyak 2.257 anak muda Korea Selatan mendapatkan pekerjaan