Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membeberkan perkembangan neraca dagang Indonesia di tengah gejolak geopolitik global. Ia menyebut neraca dagang Indonesia sempat mencatatkan defisit pada Mei dan Juni 2026, sebelum kembali surplus senilai US$ 120 juta atau Rp 2,1 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.760) pada Juli 2026.
Defisit tersebut menghentikan rekor surplus neraca dagang Indonesia yang sebelumnya berlangsung selama 72 bulan berturut-turut. Ia berharap tren surplus dapat kembali bertahan hingga akhir tahun, bahkan berkelanjutan tanpa