Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan. AirNav Indonesia pun memperketat pemantauan kondisi ruang udara secara menyeluruh akibat sebaran kabut asap yang ditimbulkan.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menuturkan bahwa kondisi atmosfer dan jarak pandang yang dinamis memerlukan pemantauan berkelanjutan. Hal ini dilakukan guna mendukung keselamatan penerbangan, khususnya yang melintas di langit Kalimantan dan sekitarnya.
"Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama kami. Untuk itu, AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang