Jakarta (ANTARA) - Komisi Yudisial (KY) merespon kritik serta masukan yang disampaikan oleh masyarakat sipil yang mendesak dilakukan moratorium terhadap seleksi calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung tahun 2026.
Anggota dan Juru Bicara KY Anita Kadir dalam keterangnnya di Jakarta, mengatakan KY sangat terbuka terhadap masukan dan kritik yang disampaikan publik sebagai mekanisme kontrol masyarakat dalam negara demokratis.
Dia menyebut, kritik publik merupakan bagian penting dalam memastikan pelaksanaan kewenangan KY tetap berada dalam koridor transparansi dan