Proses pergantian kepemimpinan dalam organisasi besar hampir selalu menghadirkan persoalan yang tidak sederhana. Selama seorang pemimpin masih berada di puncak kepemimpinan, organisasi mungkin terlihat baik-baik saja. Namun, ketika masa kepemimpinannya berakhir dan jabatan berpindah tangan, berbagai prediksi mulai muncul ke permukaan.
Siapa yang paling layak memimpin? Kelompok mana yang paling kuat? Siapa yang memiliki dukungan terbesar? Sejumlah pertanyaan tersebut hampir selalu membuat pergantian kepemimpinan menjadi momentum yang penuh ketegangan.
Di Indonesia, dinamika tersebut tampak dalam berbagai organisasi, khususnya organisasi keagamaan.